Indahnya jalinan cinta yang diharapkan seringkali gag seindah realita. Kenyataanya, kadang kala konflik malah bikin hubungan jadi renggang. Bahkan ada beberapa pasangan akhirnya putus-nyambung putus-nyambung kaya sinyal HP. Di satu sisi kita ingin pertahankan hubungan, tapi di sisi lain kita merasa capek batin dan emosi karena pertengkaran. Dalam kondisi kaya gini, gimana donk sikap kita ?? Nah, disini aku ngasih saran yang positif bagi sobat Keronajoise, aku yakin, melalui saran yang aku kasih disini, hubungan yang tadinya dah diambang keretakan bisa jadi nyatu lagii, hahahh halahh lebayy..Oke, yang pertama :
* Konflik Jangan Diselesaikan Dengan Hati Panas
"Bosen juga kalo tiap ketemu bertengkar mulu. Mungkin memang harus cooling down dulu deh. Yah break memang jalan terbaiklah daripada cape juga ngeladeninnya," Yeaphh, itulah kata-kata yang sering banget aku denger kalo ada temen yang curhat ama ku, ujung-ujungnya pasti break ato mentoknya putus, hmm gimana yah solusinya ??
Kebenarannya, dalam menjalin sebuah hubungan pasti ada konflik. Gimana pun, menghindari konflik sama dengan menghindari pendewasaan. Orangtua dan anak yang tinggal satu rumah aja bisa konflik, apalgi kita yang baru belajar tahan menjalin hubungan sama orang yang belum kita kenal karakternya secara utuh. Trus gimana donk sikap kita kalo konflik dateng ?? Haruskah kita putus dan pindah ke lain hati ?? #lebay lagi, atau harus bertahan tapi selalu emosi ?
Salah satu cara yang perlu kita renungkan adalah prinsip pengampunan dan pengendalian diri. Konflik mudah memicu emosi kita untuk marah. Dan kemarahan justru bisa bikin tambah runyam, dan malah gag nyelesain masalah itu. Firman Tuhan berkata "Terhormatlah seseorang jika ia menjauhi pembantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak " (Amsal 20:3).
Dalam menjalin sebuah hubungan kita perlu ngerti posisi kita sebagai anak Tuhan. Kita perlu jaga kehormatan dengan gag mengumbar emosi dan amarah yang bisa jadi batu sandungan bagi diri kita sendiri #asikk dah. Sebaliknya, justru pas pasangan kita baru emosi, kita bisa meredam dengan perkataan yang lemah lembut, seperti yang tertulis di Amsal 15:1,"Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedes membangkitkan amarah". Masalah muncul saat pasangan menjawab dengan ketus. Emosi kita langsung tersulut, amarah pun meledak #lebayy. Kita bukannya menmbales dengan lemah lembut, tapi justru dengan marah. Akhirnya masalah kesil pun jadi besar. Banyak pasangan bertengkar bukan karena persoalan penting, tapi persoalan sepele yang diselesaikan dengan kepala dan hati panas. Jadi, calm down Guys, Let it Flow aja :)
* Konflik Itu Mendewasakan
Asal diselesaiin sesuai ma Firman Tuhan, konflik justru bisa mendewasakan karakter kita. Gimana caranya ??
Pertama, sadari kalo konflik adalah cara Tuhan untuk mendewasakan kita dengan pasangan. Tanpa konflik kita hanya mengenal pasangan secara kulit luar aja. Gimana si "dia" sebenarnya gag akan pernah kita kenal. Namun, konflik membantu kita melihat pasangan "yang sebenarnya", tanpa polesan atau sikap jaim. Sebaliknya, pasangan juga bisa kenal kita lebih utuh, gag cuma yang bagus-bagus aja ketika melihat gimana kita bersikap pas terjadi gesekan dalam hubungan #hahahaiii.
Kedua, libatkan Tuhan dalam menyelesaikan konflik. Menguasai diri pas emosi baru melonjak adalah tantangan besar. Apalagi buat kita yang masih muda ini. Gag heran kalo kita sering ambil jalan pintas. Putus aja !! Emangnya gag da yang lain ?? Tapi memutuskan hubungan karena konflik, apalgi karena perkara yang sepele gag membuat kita menemukan solusi terbaik. Kita cari cowo ato cewe lain pun, toh konflik juga akan terjadi lagi. Putus lagi - putus lagi. Kalo gini terus kita bisa dianggep orang yang suka gonta-ganti pasangan. Jadi, baiknya kita berdoa, nenangin diri sejenak, tanya ama Tuhan apa yang harus kita perbuat, dan yang paling penting minta ama Tuhan biar Dia ngasih kesabaran buat kita dalam menghadapi konflik itu. Hmm gampang kan ?? So, keep stay on God, karena dari Dia lah sumber kekuatan kita :)
Hmm, jadi kalo akhir-akhir ini sering konflik ama pasanganmu, jangan buru-buru deh bilang "P-U-T-U-S" ntar nyesall loh, hihihi #pengalaman. Coba tenangin hati, jangan emosi, dan membalas dengan kata-kata yang ketus dan kasar. Semua itu malah gag bisa nyelesaiin persoalan. Mari belajar berpikir jernih. Kalo memang pasangan sulit mengerti, yah putusin ajah, upss salah ding !!, tapi ajaklah orang yang lebih dewasa buat diskusi untuk cari solusi terbaik. Kita bisa ajak pembina rohani, kakak ato temen yang bisa ngasih solosi buat kita, n yang paling penting dan yg terutama, minta bantuan Tuhan pastinya :)
Intinya, selesaikan konflik sesuai dengan firman Tuhan, akan membantu kita melihat permasalahan dengan lebih jernih, ngerti pasangan kita dengan lebih dalam, dan karakter kita pun bisa lebih dewasa karenanya.
So, mau putus gara-gara masalah sepele ??!! Aduhhh, gag bangett deh, kaya anak kecil aja !!! >.<
That's all sobat Kerona, semoga bermanfaat yahh.
Salam sayang buat kamu n' temen yang disamping kamu :)

No comments:
Post a Comment